Greenpeace vs Gramedia
Malem Sabtu kemarin mampir Gramedia – Duta Plaza Denpasar, seperti biasa nemenin yang hunting buku (alasan). Aku yang nggak rencana beli buku malah berhasil dapet CHIC. Itupun karena ada judul yang memikat di cover-nya
. Begitu sampei di depan Gramedia, belok dulu liat-liat buku-buku diskon yang ditumpuk-tumpuk deket pintu masuk. Pas lagi asik liat-liat, eh ada yang nyamperin. Laki-laki masih muda, berbaju hijau dan bawa map. Pertamanya nggak ngeh dia ngomong apa ato mau ngapain. Dan begitu dia menyebutkan ‘Green Peace’, langsung deh ngeh. Dan dengan semangatnya donk aku mendengarkan dia bercerita mengenai perusakan besar-besaran area hutan di Indonesia dan efeknya bagi lingkungan. Sambil cerita juga sesekali ditanya-tanya. Sebenernya sih sudah nggak asing lagi mendengar cerita-cerita mengenai “Go Green” dan sejenisnya. Tapi sudah sejak lulus SMU aku vakum, nggak pernah ikutan/terjun langsung ke aktivitas semacam ini. Paling ya cuma bisa ngasih donasi gitu & ikutan melaksanakan ramah lingkungan sehari-hari (kya hemat kertas, buang sampah pada tempatnya, dll). Padahal dulu jaman SMU rajin ikutan yang namanya kegiatan berhubungan sama pelestarian alam. Jadinya kangen juga aktif secara langsung untuk kegiatan pelestarian alam. Kembali ke si mas Greenpeace
diujung penjelasan & ceritanya, kita ditawari kalau mau memberikan donasi, baik secara langsung, maupun melalui rekening dan kontinyu setiap bulan. Jumlah minimum untuk menyumbang bulanan adalah Rp 90.000,-. Mungkin terasa agak banyak untuk kalangan menengah ke bawah/mahasiswa. Tapi jika memang masih dirasa terlalu banyak untuk kalangan menengah, sebenarnya nggak juga, kalau kita mau menyisihkan sedikit saja dari penghasilan/uang jajan kita tiap hari Rp 3.000,- saja. Membantu secara langsung juga boleh kalau memang tidak mampu secara finansial. Kapan lagi kita mau peduli dengan lingkungan tempat kita tinggal dan kelak anak cucu kita. Kalau memang tetap dirasa berat, cobalah memulai dengan hal-hal kecil sehari-hari, seperti menghemat pemakaian kertas, tisu, bbm, listrik & air.












Saya setuju dengan tulisan ini. Namun perlu pemikiran lebih jauh sebelum mendukung dalam aksi nyata