My New Family
Serasa memiliki keluarga baru selama EAP kemarin. Mulai 1 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2011 kemarin, saya mengikuti kelas English for Academic Purposes (EAP) yang diwajibkan dari pihak ADS. Saya wajib mengikuti kelas 8 minggu ini karena ada satu komponen dari nilai IELTS saya yang di bawah 6, yaitu Speaking (saya memang nggak jago ngarang cerita/ngocol
). Ternyata banyak hal seputar IELTS Speaking Test yang perlu diketahui, nanti saya bahas di posting lain saja. EAP dilaksanakan di IALF Jakarta & Denpasar dan berhubung saya mendaftar ADS dari Bali maka saya masuk ke IALF Denpasar.
Hanya ada satu kelas 8 minggu di IALF Denpasar. Kelas kami beranggotakan 12 murid, dengan range usia, pekerjaan, latar belakang, dan asal yang berbeda-beda. Bisa dibilang dari Sabang sampai Merauke Medan sampai Papua. Ada yang guru, dosen, peneliti, pegawai BPK, Bea Cukai, dokter. Lumayan lengkap lah ya. Ada dua orang yang melanjutkan pendidikan ke tingkat doktoral dan sepuluh orang ke tingkat pasca sarjana.
Guru kelas kami, Kristi Graham, menurut saya, adalah salah satu guru terbaik yang pernah saya dapatkan. Dia berasal dari Skotlandia, dengan latar belakang pendidikan arsitektur (Hah? Iya, arsitek!
), sudah 10 tahun mengajar di IALF Denpasar, tidak mau diajak karaoke (Karena menurut dia, dia tidak bisa menyanyi, but I believe she can. She’s just too shy.) bertempat tinggal di Ubud (rumah sederhana yang sangat nyaman) dan suka makan nasi kuning. Nah, foto di atas itu perayaan kecil ulang tahun Kristi di kelas kami di IALF Denpasar.
EAP 8 minggu ini rasanya terlalu sebentar. Namun kami cukup banyak mengenal satu sama lain secara pribadi. Semoga persahabatan ini langgeng (bukan cuma pernikahan aja kan yang langgeng?!)











Hey Hery.. kok blogmu nggak update ya di side-line ku..jd ketinggalan tulisan2mu deh. Aku udah lama bgt ga nulis…. Jd semangat pgn nulis lagi.
Wah, tyt kamu mau bljr tekstil lagi, di Uni mana?
Mau dong besok kl udah lulus kerja sama. Ntar kl pulang kamu base-nya dimana ya? Aku tu punya angan2 mengembangkan ekonomi desa pakai home based textile industry, dari pandan laut… (Karena di desa di Gunungkidul banyaknya pandan. Dan daun jati… mgkn bisa dieksplore ya, daun jati bisa nggak jadi kain)
Hai Ifta, sibuk yah sama kuliah dll di US. Oiya, aku add link blog-mu ya di blog-ku. Iya nih aku juga pengen banget belajar mbatik di Jogja dan intensif. Ada rencana kerjasama sama mbakku jg untuk riset batik di Jogja. Rencana setelah selesai kuliah ini pengen explore lebih jauh nih di Jogja. Apa aja yg potensial mau aja deh di-explore. Beneran ya!
semangat nih ada temennya. Mau sekali deh pokoknya
Yay! semangat! jarang2 kan ada ahli tekstil Indonesia yg bener2 belajar di sekolah. Nempel2 Hery ah biar bisa dibagi ilmunya…
Sukses ya buat sekolahnya. Nggak sabar balik ke Jogja hehe
Aduh, dibilang ahli tekstil…amin, smoga someday bisa beneran jadi ahli
sukses juga buat Ifta ya! Salam buat si kecil Nana