Seputar IELTS Speaking Test

by admin on December 17, 2011

Memang nggak bakat jadi public speaker, sampai-sampai kelemahan saya dalam tes IELTS untuk seleksi ADS awal Januari lalu adalah pada score speaking. Akhirnya, saya banyak mengetahui fakta dan tips seputar speaking test untuk IELTS ketika saya mengikuti course EAP (English for Academic Purpose) selama 8 minggu Agustus – Oktober yang lalu. Berikut ini beberapa hal penting yang bisa saya share di sini.

Gambar diambil dari http://ielts-jakarta.blogspot.com/

Fokus yang dinilai pada speaking test adalah confidence, fluency, grammar, vocabulary. Selain hal-hal tersebut ada juga hal lain yang perlu diperhatikan seperti speed, complex grammar, collocation, discourse marker, jika ingin menyempurnakan nilai IELTS.

  • Seperti tes kepribadian, confidence atau tingkat kepercayaan diri kita juga dilihat. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, nervous (less confident) memang dapat menurunkan kualitas kita yang sebenarnya. Dengan lebih percaya diri pada saat speaking test tentunya akan membantu meningkatkan fluency juga.
  • Setelah mengikuti EAP kemarin, saya baru ‘ngeh’ bahwa yang dimaksud dengan fluent adalah keep talking without any long pauses. Jadi content, grammar dan vocabulary tidak dimasukkan ke penilaian. Jadi semacam monolog atau ngoceh sesuka hati, hehe.
  • Grammar tentunya mengambil peranan yang sangat penting dalam segala English test. Untuk melatihnya agar dapat menjadi lebih baik ya satu-satunya adalah se-sering mungkin latihan dan harus selalu saling mengingatkan dengan partner latihan kita. Jika kita menemukan kesalahan pada partner latihan kita, jangan malu/sungkan untuk segera mengingatkan jika ada kesalahan, dan juga sebaliknya. Kita jangan malu/tersinggung jika dibenarkan. Kesalahan adalah hal yang wajar dalam proses belajar.
  • Vocabulary juga salah satu hal penting yang akan diperhatikan oleh examiner. Semakin beragam kosakata kita maka akan semakin baik, terlebih lagi jika kita menggunakan kosakata tingkat tinggi. Salah satu cara yang baik untuk mempelajari vocabulary adalah dengan mempelajari sinonim kata yang dapat banyak membantu dalam menjelaskan sesuatu. Tips lain seputar vocabulary adalah ketika kita lupa kata yang dimaksud dalam Bahasa Inggris, maka cobalah mendeskripsikannya. Contohnya,kita lupa Bahasa Inggris untuk klakson motor, kita bisa menggantinya dengan,“A button on a motorbike which can produce shocking sound when pressed.” Dengan memberikan penjelasan semacam ini, justru akan memberikan nilai plus pada speaking test karena kita dianggap sanggup mendeskripsikan dengan baik.
  • Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Ya, memang tidak ada jawaban yang benar atau salah pada setiap pertanyaan. Kebenaran sebuah jawaban tidaklah penting dan tidak akan dicari tahu apakah kita berbohong atau tidak. Asalkan jawabannya memang masih nyambung saja, misal ditanya tentang makanan ya jawabnya juga tentang makanan, jangan malah ngelantur ngomong soal minuman. Pada speaking test ini yang penting kita dapat menjelaskan dengan lancar apa yang menjadi jawaban kita.
  • Berbicara Inggris dengan aksen Jawa pun bisa kok dapat nilai tinggi. Aksen dalam berbicara tidak akan dinilai, yang penting pronunciation dan intonation benar, sehingga examiner dapat mengerti dengan mudah apa yang kita bicarakan.
  • Plagiarism is absolutely fine. Tidak seperti penulisan thesis/skripsi yang sangat sensitif dengan isu plagiarism/contek-mencontek/tiru-meniru. Pada speaking test jika kita mendapat pertanyaan sulit dan kita tidak punya jawaban yang memang asli jawaban kita, maka sah-sah saja kita meng-copy jawaban dari apa yang pernah kita dengar dari orang lain untuk pertanyaan serupa atau malah mengarang cerita fiktif. Jawaban apa pun sah-sah saja asalkan nyambung dan masuk akal. Contohnya, jika Anda ditanya,”Olahraga apa yang Anda sukai?” Sekalipun Anda tak suka olahraga, Anda bisa kok berbohong/meng-copy jawaban yang pernah Anda dengar dari teman ketika latihan/ngobrol-ngobrol santai dan bilang bahwa Anda suka sepak bola dan sering bermain sepak bola setiap akhir minggu bersama teman-teman satu kantor…. Pokok nya asalkan jawabannya lancar dan masuk akal sah-sah saja kok ;-)
  • Asking confirmation is also fine, if needed. Banyak yang takut menanyakan sesuatu ketika speaking test karena takut dianggap tidak mengerti dengan ucapan examiner dan takut nilainya berkurang. Padahal menanyakan sesuatu jika kita tidak jelas dengan arah pertanyaan tersebut justru lebih baik daripada kita salah mengerti dan akhirnya malah nggak nyambung. Ketika kita dihadapkan dengan pertanyaan yang kurang jelas bagi kita, kita boleh saja bertanya  kembali ke si examiner,“I’m sorry, but I’m not really clear about the ‘old men’ that you mentioned. Do you mean elders in general or our parents?” Dengan melakukan klarifikasi seperti ini tidak akan mengurangi score namun justru menunjukkan bahwa kita mampu mengkomunikasikan kebingungan kita. Semoga malah dapat memberikan nilai plus, tinggal bagaimana cara kita bertanya.

Banyak juga ya yang penting dari speaking test ini (belum lagi listening, reading, dan writing ya!) hehe…dan tentunya masih banyak hal lagi yang perlu dipelajari dari masternya. Saya yang amatiran baru bisa share segini dulu ya :D

Tips: Cari soal-soal latihan speaking dari buku IELTS dan latihan bersama teman berpasang-pasangan. Kalau memungkinkan untuk berganti-ganti pasangan akan lebih baik (berbeda 180o dari iklan layanan masyarakat untuk mencegah AIDS, hehe…). Latihan semacam ini dapat membantu kita memperoleh cerita-cerita/ide-ide dari pasangan kita untuk dicontek ketika pertanyaan serupa keluar pada speaking test sebenarnya. Setelah latihan pun setiap pasangan dapat mengevaluasi kembali hasil latihan dan saling memberikan masukan atas kekurangan yang ditemukan selama latihan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WordPress SEO